Thursday, September 30, 2010

Mengajar bayi membaca, Metode Glenn Doman, bagus atau tidak?

Dari tahun lalu,pas masih hamil saat lihat iklan "Your Baby Can Read".. Awalnya percaya gak percaya. Masa iya sih bayi 4 bulanan diajarin baca. Program itu menggunakan metode Robert Titzer. Terus karena awalnya agak gak percaya, langsung deh baca2, pinjam buku di perpustakaan, pokoknya gali informasi sebanyak mungkin. Ternyata di Indonesia juga lagi banyak seminar tentang Glenn Doman ya. Sistem nya agak beda dengan Titzer. Kalo GD menerapkan hanya menunjukkan kata2nya saja selama 1 detik per kartu. Kalau Titzer, tunjukkan kata dulu selama 10 detik lalu tunjukkan gambar.

Kalau ditanya, mana yang bagus metode Titzer atau GD,.. Hmm semua metode tergantung juga dengan -apakah anak tersebut lebih visual kah atau tidak, apakah orang tua cara ngajarnya menyenangkan atau engga, apakah metode ini diberikan secara konsisten atau engga. Keberhasilan program ini benar2 tergantung banyak hal.

Apapun metodenya, banyak pro dan kontra mengenai mengajarkan bayi membaca. Terus terang gw tipe yang gak gampang percaya. Jadi sebelum membuat keputusan, gw gali informasi sebanyak2nya,.. Banyak teori ,hasil riset dan rekomendasi diluar sana,mengenai segala hal tentang anak dan parenting method, dan bagi gw penting untuk perbanyak informasi - apa sih pro and kon nya-  sebelum ambil keputusan. Karena semua teori, mettode itu pd akhirnya kudu kita customize agar sesuai dengan objective dan karakter keluarga kita

So, berikut ini argumen yang kontra bayi diajarin baca:
1. Kasihan masa masih bayi udah diajarin baca, bayi kan waktunya main.
2. Saat masih muda justru butuh bonding dengan keluarga daripada belajar
3.  Anak masih bayi kalaupun mau diajarkan membaca lebih baik pakai cara sendiri
4. Anak bakal stress kalau diajarin karena terpaksa karena ngajarin anak seperti itu termasuk overstimulation
5. Buat apa masih kecil diajarin baca, umur 1 tahun atau 3 tahun toh intinya nanti bisa baca juga. Efeknya gak seheboh yang diumbar kok, jadi ngapain diajarin
6. Kalau diajarin baca, bagaimana dengan daya nalar anak? Membaca kan gak hanya bisa memahami huruf tapi memahami maknanya juga
7. Ngajarin bayi bisa baca itu lebih untuk kebanggaan orang tua bukan untuk perkembangan bayinya


Next, pertanyaannya pasti .. dengan segitu banyaknya yang kontra,menjalankan masih worth it apa engga? well pendapat pribadi gw nih,.. bagi yang sudah baca buku GD, pasti tahu kalau program ini harus dijalankan dengan fun tanpa paksaan, so argumen no 1 dan 4 itu gugur.

Kemudian GD menyarankan sehabis kasih lihat kartu, kita peluk dan cium baby kita, kita puji dia. So in my opinion, program ini bisa jadi aktivitas bonding jadi argumen no 2 gugur.

Argumen no 3,.. lebih baik kalau mau ajarin anak membaca pakai cara sendiri aja. Seperti bacain buku cerita, bilang "itu mobil," kalo pas lihat mobil etc. Hmmm bagi gw sih, ceritain buku, nunjukkin nama barang, ajak ngobrol etc.. itu udah hukumnya wajib, secara natural kita pasti bgitu.

Kemudian next,.. argumen no 5, buat apa diajarin umur 1 thn atau 3 thn kan sama aja,.. - nah ini tergantung ortunya nih,.. udah bisa baca mau diapain,.. kalo gw pikir sih,.. sedini mungkin bisa baca,.. bisa membangkitkan minat baca.

Argumen no 6, dimana membaca itu juga harus memahami makna,.. itu cukup valid, i'm glad i came across to this argument,.. karena bagi gw, memahami makna kata itu sangatlah penting. jadi kalau gw start program ini, i'd make sure agar gw jangan sampai jatuh ke lubang ini,..yaitu hanya ingin menambah kosa kata anak, tanpa memantau sejauh mana dia paham akan kata ini.

Argumen no 7, ini juga penting jangan sampe kita ambisius untuk diri sendiri,.. so kalau gw start program ini,.. gw hanya akan membicarakan mengenai perkembangan anak gw or anything lah ini di blog gw aja. Karena blog ini toh ibaratnya kaya diary gw.

to be continued.... :)

0 comments:

Post a Comment

Comments???